Darah Manusia dan Binatang

Unsur kimiawi yang pokok segala mahluk hidup sama yaitu C, H, O, N tambah Fe, Ca, S, P. Tak terdapat mahluk hidup tanpa keempat zat pokok ini, biarpun ada ahli yang berspekulasi, bahwa secara kimiawi mungkin C diganti olwh Si, namun sampai sekarang hal ini tetap spekulasi saja, yang belum dibuktikan. Secara kimiawi memang mungkin kedua zat ini saling dapat ganti mengganti. Kalau benar, maka tersusunnya semua mahluk hidup berdasarkan persenyawaan dengan C membuktikan kesamaan asal-usulnya.

Persenyawaan kimiawi zat dasar ini juga sama : protein, DNA-RNA selaku dasar segala proses kehidupan. Hidrat arang dan lemak sebagai sumber energi.

Seluruh proses pertukaran zat (metabolisme) pada garis besarnya sama pada semua mahluk hidup. Disini patut menyebut khususnya penyimpanan energi dalam jasad, yakni ATP-ADP (adenosinotrifosfat – adenosidifosfat), energi yang diolah dari pencernaan gula atau lemak, diikat dengan membentuk ATP dari ADP. Dalam persenyawaan ini energi disimpan sampai saat dibutuhkanlagi. Pada waktu energi dibutuhkan tersebut ATP-ase (enzyme) memecahkan persenyawaan ATP, yang menjadi ADP, sekaligus suatu quantum energi dilepaskan untuk digunakan menurut keperluan.

Dari segi kimia pasti mungkin ada cara-cara dan bahan-bahan lain, yang memberi akibat sama. Jadi, kalau dari sekian banyak kemungkinan hanya satu yang berlaku dan digunakan oleh semua mahluk hidup, maka inilah bukti, bahwa cara dan bahan ini diwarisi. Karena diwarisi oleh seluruh alam hidup, maka pasti inilah bukti bahwa seluruh alam hidup berasal dari satu sumber yang sama. Memang ada perbedaan kecil baik dalam susunan beberapa protein (kadang-kadang bedanya dalam susunan satu-dua asam amino, yang telah berubah dalam proses evolusi) maupun dalam hasil terakhir pencernaan (yang berubah juga dalam proses evolusi), akan tetapi perubahan kecil ini dapat membantu kita juga untuk merekonstruksikan pohon evolusi, yang ternyata amat cocok dengan pohon yang disusun berdasarkan morfologi dan anatomi. Secara fenotipis perbedaan ini nyata, misalnya dalam perbedaan golongan darah, warna kulit, mata, rambut dan lain-lain.

Perbedaan ini digunakan, misalnya untuk meneliti reaksi imunologis. Jika protein asing (bakteri, virus, transplantat) masuk badan, maka dalam badan timbul reaksi penolakan oleh pembentukan antigen. Karena kesanggupan ini, maka setiap mahlik hidup sanggup mengatasi infeksi dan mempertahankan hidup serta identitas biologisnya. Berdasarkan reaksi ini digunakan vaksinasi.

Untuk penelitian imunologis guna menentukan jauh dekatnya hubungan darah antara beberapa jenis, maka diambil darah dari binatang, manusia, atau cairan lain, lalu diinjeksikan kedalam tubuh salah satu binatang (kelinci, domba, kuda, anjing). Injeksi ini menyebabkan reaksi imunologis dalam darah binatang percobaan ini dengan membentuk antigen khas lawan protein-protein dari donor (pemberi). Selanjutnya darah dari bunatang percobaan ini diambil dan dalam laboratorium dicampur dengan darah atau cairan binatang jenis lain yang mau diselidiki terhadap donor semula. Alhasil ialah pembentukan dalam darah binatang yang diselidiki itu. Dari banyaknya zat yang membeku itu dihitung/ditaksir jauh-dekat nya hubungan darah antara donor dan binatang yang diselidiki tersebut.

Demikian misalnya hubungan darah manusia dengan primata yang lain adalah terdekat dengan kera-manusia (orang utan, gorilla, simpanse), selanjutnya dengan kera dunia-lama (Catharrhini) yang lain, lalu dengan kera dunia-baru (Plathirrhini dan Tarsoidea/ingkir, kukang), akhirnya keluarga Maki (Lemuri). Ternyata hubungan fisiologis sama dengan hubungan morfologis. Contoh secara terperinci : Donor (manusia), reaksi dengan antigen manusia atas darah binatang-binatang dalam bentuk prosen zat darah yang membeku, maka hubungan darah dengan manusia adalah :

Manusia : 100 %
Simpanse  : 85 %
Gorilla : 64 %
Orangutan : 42 %
Pavian : 29 %
Lembu : 10 %
Domba : 10 %
Rusa : 7 %
Kuda : 2 %
Marsupialia : 0 %
Unggas : 0 %

Felidae, Canidae, Ursidae lebih dekat satu sama lain secara fisiologis daripada dengan binatang yang bukan Carnivora. Phocidae lebih dekat dengan Carnivora. Lembu, domba, kambing lebih dekat satu sama lain daripada dengan Mamalia lain. Jenis unggas lebih dekat satu sama lain dan dekat pula dengan subkelas penyu (Chelonia) dan suku buaya (Crocodilia) daripada dengan subkelas Squanata (kadal, ular) |Josef Glinka SVD|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: