Fantasi & Ekstasi

Tiap-tiap bangsa, betapa juga biadabnya, mempunyai dongeng dan takhayul. Ada yang berbentuk perhitungan hari yang njlimet atau hanya cerita untuk menakuti anak-anak. Ataupun berasal dari kejadian alam yang didramatisir sehingga memberi kesan bahwa alam ini penuh dengan dewa-dewa, bidadari dan mahluk jahat. Demikian kelamaan timbul berbagai fantasi, Cetakan Fikiran, hal yang menjadikan peradaban manusia dimulai.
Fantasi itu tidak ada batasnya, sebab ia tudak bersangkut dengan yang lahir. Oleh karena itu Fantasi menjadi pangkal segala rasa, pangkal dari seni, pangkal dari pengetahuan yang serba ajaib.
Fantasi dapat membebaskan seseorang dari cengkeraman tempat dan waktu, oleh karena itu Fantasi dapat menyatukan ruhnya dengan alam sekitar. Apabila seseorang sampai pada tahap merasa dirinya bagian dari alam sekitar, maka disebut Extase.
Dongeng dan takhayul yang dipusakakan dari nenek moyang itu menimbulkan adat dan kebiasaan hidup, yang menjadi cermin jiwa bangsa yang memakainya. Dari generasi ke generasi dongeng dan takhayul menjadi semakin menumpuk dan mengakar. hal ini kemudian berpengaruh pada cara orang/bangsa memeluk agamanya.
Oleh karena itu orang memahami agamanya banyak terpengaruh oleh pemahaman lingkungan dan fantasinya. |alam pikiran yunani|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: