Kotak Hitam

Kotak hitam telah lama dikenal. Pada awal tahun 1900-an, Wright bersaudara menemukan sebuah alat primitive untuk mencatat putaran baling-baling. Pada akhir tahun 1950-an, alat itu berkembang menjadi pencatat data penerbangan pertama, yang biasa disebut Kotak Hitam. Ketika pesawat jatuh, atau hamper jatuh, prioritas utama para penyidik kecelakaan adalah menemukan Kotak Hitam. Padahal tidak berwarna hitam sama sekali.
Sejak tahun 1960-an, sekitar 800 pesawat hancur karena jatuh, dan Kotak Hitam selalu selamat. Kotak Hitam mulai dikenal akibat Comet, pesawat jet pertama. Pada tahun 1953, Comet jatuh dan tidak ada mengapa hal itu terjadi. Dibutuhkan penelitian yang mahal untuk mengetahui apa yang terjadi.
Pada tahun 1957, sebagai usaha untuk lebih mudah menemukan penyebab jatuhnya pesawat, Civil Aeronautics Authority Amerika Serikat menganjurkan semua pesawat dengan berat lebih dari Sembilan ton perlu membawa alat pencatat data. Alat ini akan mencatat beberapa kondisi pesawat yang mendasar, misal arah, kecepatan, ketinggian, percepatan vertical dan waktu . Sejak itu teknologi tersebut telah berkembang dari pencatatan informasi pada lembaran logam dan kawat baja menjadi pencatatan dengan media maknetik, Generasi terakhir tidak memiliki bagian-bagian yang dapat dipindahkan, dan langsung mencatat dalam memori yang solid.
Sebuah Kotak Hitam terdiri dari dua bagian. Salah satunya adalah CVR (Cockpit Voice Recorder) yang dapat merekam percakapan dan suara dalam cockpit selama dua jam. Bagian lainnya adalah FDR (Flight Data Recorder) yang kini dapat merekam informasi selama 24 jam terbang tentang 700 aspek yang berbeda pada pesawat, missal tekanan bahan bakar dan kecepatan rotasi semua bagian yang bergerak di dalam didalam setiap mesin, sudut sayap pesawat, suhu dalam kargo dan lain-lain. Agar Kotak Hitam mendapat perlindungan yang maksimal, kotak ini diletakkan di bagian pesawat yang biasanya terakhir menyentuh tanah ketika jatuh, yaitu bagian ekor. Seluruh bagian depan pesawat merupakan wilayah yang berbahaya bagi Kotak Hitam.
Generasi terbaru Kotak Hitam lebih kuat dari pegulat WWF. Memorinya yang solid dikelilingi aluminium, yang dibungkus oleh bahan insulasi panas yang sangat efisien, yang kemudian dibungkus lagi dalam lembaran tebal stainless steel. Kotak Hitam harus tahan pada suhu 1.100 derajat Celcius selama satu jam, lalu 260 derajat Celcius selama 10 jam. Dalam test pengaruh jatuhnya pesawat, Kotak Hitam tahan terhadap 3.400G akselerasi. Manusia akan kehilangan kesadaran jika mengalami 5G selama 5 detik. Test biasanya dilakukan dengan melontarkan Kotak Hitam dengan meriam. Pada test Pierce sebuah benda dengan berat 227 kg dan diberi paku baja yang tajam dengan diameter 6,5 mm dijatuhkan 3 meter dari atas Kotak Hitam. Kotak Hitam dapat tahan pada tekanan dasar laut, dan dapat berada di dalam air asin selama asatu bulan. Semua proses berteknologi tinggi ini membuat kotak hitam berharga sekitar 20.000-30.000 dollar AS.
Tahun 1965, warnanya diubah menjadi oranye, agar mudah dikenali. Kita tidak benar-benar tahu mengapa dinamakan Black Box. Ada teori bahwa kotak oranye ini biasanya berwarna hitam saat ditemukan karena terbakar.

Masalahnya, mengapa pesawat tidak dibuat sekuat Kotak Hitamnya ? |Great Myth Conceptions|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: