Peta Berasal Dari Bumi?

Ilmu pengetahuan jaman kuno memasuki semua daerah di dunia; akhli-akhli tertentu menyatakan dengan tegas, bahwa nenek moyang kita mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang alam semesta dan benar-benar menguasai batas-batas daratan dari bumi kita.

Setelah diketemukannya peta-peta seorang laksamana Turki, yang bernama Piri Rais, maka para sarjana mulai mempunyai gambaran tentang luasnya ilmu pengetahuan pada jaman kuno. Apakah yang menyebabkan peta-peta itu bernilai demikian tinggi?

Piri Rais menggambar peta itu dalam abad ke 16 berdasarkan 200 buah peta dari sebuah atlas kuno, yang disebut “Bahriye” atau “Buku mengenai Lautan”. Dua buah peta Piri Rais, masing-masing dari tahun 1513 dan 1528, disimpan di Museum Nasional Turki.

Apa yang mengherankan mengenai peta-peta itu adalah, bahwa mereka menunjukkan adanya pengetahuan geografis yang terperinci, yang tidak ada pada jaman sebelum abad ke 19!

Peta, yang berasal dari tahun 1513, menggambarkan pantai Perancis dan Spanyol, sebagian dari Amerika Selatan, Laut Atlantik dan bagian Barat dari Afrika. Peta tahun 1528 menunjukkan gambar Gronland, Labrador, sebagian dari Kanada, New foundland dan sebagian dari pantai Amerika Utara.

Pada waktu itu bagaimanakah luas pengetahuan kita tentang ilmu bumi? Para penyelidik Dunia Baru, Christopher Columbus, Vespucci dan Magellan, telah menemukan kepulauan Bahama, Porto Rico dan Haiti dari tahun 1492 sampai tahun 1498, pantai Brasilia dalam tahun 1501, dan Laut Pasifik dalam tahun 1519.

Walaupun demikian, namun Meksiko, yang baru diketemukan dalam tahun 1520, dan Peru, yang baru diketemukan dalam tahun 1531, sudah terdapat pada peta tahun 1513, yang dibuat oleh Laksamana Turki itu! Antarktika atau Kutub-Selatan, yang baru diselidiki dan dipelajari dalam abad ke 19, dan yang kini masih tetap menjadi obyek penyelidikan, SUDAH tergambar pada peta tahun 1528 buatan Piri Rais!

Apakah Christopher Columbus Telah Menggunakan Peta-peta Piri Rais? Siapakah yang merencanakan peta-peta Piri Rais? Jawabannya mungkin dapat diketemukan dalam ulasan, yang ditulis oleh Laksamana Turki itu, mengenai atlas “Bahriye”.

Dalam suatu pertempuran di laut melawan Spanyol dalam tahun 1501, Rais telah menangkap seorang pelaut Spanyol, yang membawa peta-peta yang jarang terdapat. Ketika ditanyai, si pelaut itu menjelaskan, bahwa dokumen-dokumen itu digunakan oleh Columbus pada waktu dia menemukan Amerika, dan bahwa dokumen itu berasal dari “sebuah buku dari jaman Alexander Yang Agung”. Setelah membaca buku itu, Christopher Columbus berangkat, dan menemukan kepulauan Antillen dengan menggunakan kapal-kapal beserta awak kapalnya, yang telah dia peroleh dari Pemerintah Spanyol.

Riwayat itu, yang pada umumnya sesuai dengan laporan-laporan resmi tentang adanya seorang pelaut Spanyol bernama Alonso Sanchez de Huelva, yang memberi keterangan kepada Columbus mengenai benua Amerika, yang telah dia ketemukan sendiri sebelum Columbus telah diakui sendiri kebenarannya oleh Laksamana Piri Rais sebagai berikut: “Untuk merencanakan peta ini, saya telah menggunakan sebagai bahan kira-kira sejumlah

20 buah peta kuno dan 8 buah ‘Mappa Mundis’, atau dalam bahasa Arabnya ‘Jaferiye’, yang dibuat dalam jamannya Alexander Yang Agung, dan yang menggambarkan seluruh daratan bumi yang berpenghuni”

Dengan demikian, maka peta-peta itu sebenarnya berasal dari jaman pra-sejarah, dan merupakan petunjuk bagi perhubungan-laut antar benua, yang tentunya telah mencapai tingkat perkembangan yang jauh lebih tinggi daripada dugaan umum.

Karenanya, maka atlas “Bahriye”, yang telah digunakan oleh Piri Rais sebagai bahan dasar bagi pembuatan petanya, sebenarnya hanyalah merupakan turunan dari peta-peta yang jauh lebih kuno lagi.

Bagaimanakah dapat terjadi, bahwa manusia telah membuat peta-peta seperti itu, pada jaman ribuan tahun yang lalu? Seorang akhli membuat peta bangsa Amerika, yang bernama Arlington Mallery, telah membuat suatu kesimpulan, yang mengejutkan, sebagai berikut: “Peta-peta ini tidak akan mungkin dibuat dengan ketepatan yang demikian cermat, tanpa adanya tuntutan hasil pengintaian dari udara! “.

Kalau demikian, apakah mungkin orang-orang angkasa luar, yang membawa peta-peta itu dan kemudian memberikannya kepada orang-orang bumi jaman kuno? Ataukah memang nenek moyang kita sudah mempunyai pengetahuan tentang astronomi…. dan juga tentang ilmu penerbangan?

Para akhli purbakala telah menemukan jejak tentang semangat dan nafsu, yang dirasakan oleh manusia jaman pra-sejarah, untuk mempelajari cakrawala. Kita telah menemukan ukir-ukiran peta cakrawala di La Filouziere, Vendia dan Britania. Lobang-lobang kecil, yang dibuat pada batu-karang, melukiskan gambar susunan bintang “Waluku” dan “Kartika”. Bekas-bekas gambaran atau ukiran lain terdapat di Goutzi di Ukraine, di Canchal de Mahoma dan di Bri-de-las-Vinas di Spanyol. Beberapa buah di antara yang sangat tua, berasal dari jaman 35.000 tahun sebelum Masehi.

Pada waktu terjadi pembicaraan antara Solon dengan seorang Mesir, yang tua dan bijaksana, si orang tua itu menceriterakan secara panjang lebar kepada Solon, sebuah ceritera kuno tentang Phaethon, putera Helios (= Matahari) dan peri laut Climene. Phaethon mendapat idzin dari ayahnya untuk mengendarai Kereta Perang Matahari selama satu hari. Dia memegang tali-kekang kuda-kuda angkasa itu. Akan tetapi, karena ketakutan melihat pemandangan susunan bintang “Bimasakti” di langit, maka dia

kehilangan pengamatan atas keretanya, yang menukik turun terlalu rendah dan membakar gunung-gunung, kemudian meluncur ke atas lagi dan berada dalam bahaya bertubrukan dengan susunan bintang-bintang. Pada saat itulah Zeus, yang takut kalau alam semesta akan hancur, menghantamnya dengan halilintar.

Orang tua bijaksana dari Mesir itu memberikan arti kepada ceritera kuno itu sebagai berikut: “Apa yang tadinya kenyataan, kini menjadi dongeng kuno. Akan tetapi ceritera itu berarti, bahwa badan-badan cakrawala telah menyimpang dari perjalanan biasanya, dan bahwa terjadi kebakaran-kebakaran besar di bumi, yang akan selalu terjadi lagi pada waktu-waktu tertentu”.

Hal itu telah dibuktikan oleh ilmu-pengetahuan geologi dewasa ini: “Sebuah meteorit yang sangat besar, yang jatuh di Arizona 50.000 tahun yang lalu, menimbulkan suatu ledakan dahsyat, yang menyebabkan terbentuknya kawah Barringer dengan ukuran lebar 1.600 meter. Seperti itu juga, di Kanada, kawah Chubb, yang berukuran lebar 3.220 meter, ditimbulkan oleh suatu kecelakaan-bintang lain, yang terjadi 30.000 tahun yang lalu” (Yves Naud-Peninggalan Masa Lampau Yang Misterius-Ebook)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: