Tumbuhnya Kapitalisme

Sejak abad ke XIII peran industri tampak semakin penting, sekaligus ekonomi gilda (sejenis organisasi pekerja industri kecil di Eropa) abad pertengahan yang begitu sempit akan membuatnya sulit bertahan. Pada masa awal, gilda-gilda hanya membutuhkan modal yang kecil untuk melangsungkan bisnisnya. Namun mempertahankan regulasi gilda local yang berskala kecil dalam industri kain misalnya adalah tidak mungkin, sebab industri ini membutuhkan modal yang besar untuk proses pengolahan dan penjualannya.

Di pusat-pusat industri tertentu, khusunya di Italia Utara dan Flanders, dimana industri kain menduduki tempat yang utama, bahan kain wol masih haris diimport dari daerah-daerah yang jauh. Permintaan terhadap kain wol di Inggris harus disupai dari Spanyol dan Portugis karena pada waktu itu kain wol local berkualitas rendah. Untuk mendatangkan wol terbaik dibutuhkan organisasi pedagang dan perusahaan ekspedisi serta uang yang banyak baik secara tunai maupun kredit.

Uang dibutuhkan untuk membeli tawas, minyak semir dan bahan-bahan celup. Sementara itu ketrampilan pekerja sangat terbatas, sehingga tercipta organisasi kecil/gilda untuk setiap proses, seperti gilda pencuci, gilda penyikat, gilda meminyaki, pemintal, penggulung dan sebagainya. Tak satupun dari gilda-gilda tersebut yang mampu menangani proses secara keseluruhan. Perkembangan serupa juga terjadi pada industri logam, kulit, bir dan sebagainya.

Oleh karena itu jatuhnya seluruh proses dalam pembuatan barang siap pakai ke tangan sekelompok pemilik modal tak terelakkan lagi. Dan mereka jugalah yang mampu menciptakan suatu organisasi yang rapi untuk menangani pemasaran produk ke pasar yang lebih luas. Mereka inilah yang akhirnya disebut Produsen, yang secara social muncul sebagai masyarakat Kelas Menengah. Aktifitas jual-beli akhirnya jatuh ke tangan para pedagang  yang memiliki modal dan kredit. Pekerja industri/gilda muncul sebagai masyarakat Buruh. Disinilah Kapitalisme, dalam arti penggunaan uang sebagai komoditi dalam manufaktur dan perdagangan berkembang pesat. Namun kapitalisme sedikit banyak menyempurnakan tata perekonomian gilda-gilda yang ditangani secara tradisional. Disinilah muncul pemisahan secara tegas antara buruh dan majikan atau si pemilik modal. Pencari upah tak lagi tahu siapa yang menggaji mereka, dan perasaan tertekan mulai mereka alami. Mereka mulai menyadari bahwa mereka dieksploitasi dan diperlakukan secara tidak semestinya. Pertentangan buruh dan majikan mulai terjadi tahun 1378 di kota Flanders, dan sepertinya tidak akan berhenti di seluruh dunia sampai detik ini. |a short history of civilization|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: